Tampilkan postingan dengan label divisi utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label divisi utama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2008

PSIR Aroma Manado

PSIR Aroma Sulawesi Utara

SIDOARJO - Nama boleh PSIR Rembang. Tapi, dari segi materi pemain, beberapa mantan pilar punggawa Persmin Minahasa bakal jadi tulang punggung tim yang pernah berjuluk Dampo Awang tersebut. Tercatat, empat mantan pilar tim asal Sulawesi Utara tersebut bakal membela PSIR Rembang. Yakni, Stenly Katuuk, Yongki Rantung, Stevie Kussoy, dan Stenly Mamuaya. Bahkan, masih ada beberapa nama pemain yang pernah membela tim asal Sulut lainnya, Persma Manado. Yakni, Gerry Mandagi dan Hans Beslar. "Kebetulan saja, para pemain asal Sulut tersebut bisa bergabung bersama lagi di PSIR Rembang. Waktu seleksi, kami tak melihat asal pemain, melainkan kualitas. Skill para pemain asal Sulut itu memang bagus," ujar Suwandi H.S., asisten pelatih PSIR Rembang, kepada Jawa Pos di mes PSIR, kawasan Pucang, Sidoarjo, kemarin (16/7). Dia mengakui, kehadiran pemain Sulut tersebut ikut mendongkrak permainan timnya. Sebab, para pemain itu sudah kenyang pengalaman di pentas sepak bola nasional. "Itu sangat penting untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama yang sangat ketat," tutur mantan pemain nasional yang berposisi sebagai stopper tersebut. (diq/Jawa Pos)

Selasa, 15 Juli 2008

Persiku Di Timur

Persiku, PSIR, dan Persis di Grup Timur
KUDUS-Persiku Kudus akhirnya masuk Grup Timur kompetisi Divisi Utama 2008 bersama 14 tim lainnya. Ke-14 tim tersebut adalah PSS, PSIR, PSIM, Persibo, Persis, Persiba, Persegi, Persidago, Persema, Gres-U, Persekabpas, Persisam, Persebaya, dan Persiba. Dua di antara calon lawan-lawan Persiku tersebut merupakan tim satu provinsi, yaitu Persis Solo dan PSIR Rembang. Manajer Persiku, Sam’ani Intakoris, saat dihubungi setelah mengikuti manager meeting dan workshop panitia pelaksana pertandingan di Surabaya, kemarin, mengatakan pihaknya dan tim-tim lain sudah berupaya agar kompetisi tahun ini dibagi dalam tiga grup. ’’Namun keputusan BLI tidak dapat diganggu gugat. Kita jalani saja kompetisi,’’ ungkapnya.Pertandingan pertama akan digelar 4 Agustus mendatang. Tim mana yang akan dihadapi Macan Muria masih akan dibahas dua hari mendatang. Walaupun begitu, ia optimistis Persiku dapat berprestasi bagus tahun ini.’’Semua lawan berat. Kami mencoba bermain sebaik-baiknya,’’ jelasnya.
EfisiensiSoal tiga pertandingan yang dipastikan menggunakan angkutan udara, yakni lawan Perseman, Persidago, dan Persisam, ia mengakui itu akan membengkakkan biaya operasional tim. ’’Jika kondisinya seperti itu, satu-satunya cara melakukan efisiensi,’’ tandasnya.Pelatih Lukas Tumbuan mengatakan sejak awal berharap Persiku masuk Grup Timur. Alasannya, di Grup Barat lawan-lawan amat berat.Tanpa mengecilkan tim-tim dari timur, ia menilai tim di Grup Barat lebih bagus dalam mempersiapkan kompetisi. Di Grup Timur ada beberapa yang bagus. Sisanya sepadan dengan Persiku. Sehubungan dengan itu dipastikan uji coba dengan PSS Sleman pekan ini di Wergu Wetan tidak akan dilakukan. ’’Jika satu grup, tentu kekuatan dan kelemahan kita akan dapat dibaca lawan,’’ jelasnya. (H18, H19-27)

Rabu, 02 Juli 2008

Dibagi Dua Grup

Dibagi Dua Grup
Divisi Utama Kickoff 28 Juli
JAKARTA - Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akhirnya memastikan jadwal kickoff kompetisi Divisi Utama 2008-2009. Kompetisi kasta kedua persepakbolaan Indonesia tersebut resmi digulirkan pada 28 Juli mendatang.Namun, sebelum kickoff tersebut dilakukan, BLI akan mengadakan sejumlah agenda persiapan. Di antaranya, manager meeting dan workshop panpel yang akan dilangsungkan di Surabaya. Sebelumnya, BLI menyatakan bahwa Kompetisi Divisi Utama akan dimulai pada Sabtu (26/7) nanti. "Tapi, kami ubah menjadi 28 Juli," terang Joko Driyono, direktur BLI, kemarin (2/7).Alasan penundaan tersebut terkait dengan jadwal siaran langsung. "Kalau kickoff Sabtu (26/7), besar kemungkinan akan bentrok dengan siaran langsung pertandingan Indonesia Super League," tuturnya. Karena itu, kickoff Divisi Utama akan dilakukan pada Senin (28/7) mendatang. Apakah pertandingan Divisi Utama akan disiarkan televisi? Joko belum mengungkapkannya secara gamblang. "Yang jelas, ada. Tapi, saya belum bisa bicara sekarang," ujarnya.Stasiun televisi yang gencar dikabarkan bakal menyiarkan langsung pertandingan Divisi Utama adalah Global TV. Namun, sekali lagi Joko belum memastikannya. Soal pembukaan, hingga kini BLI belum menentukan di mana acara pembukaan akan dilakukan. "Nanti akan dibahas waktu manager meeting," ucapnya. Selain itu, Joko mengatakan bahwa Divisi Utama nanti menggunakan format dua grup. Meski telah menentukan pembagian jumlah grup, hingga kemarin BLI belum memastikan jumlah kontestan Divisi Utama. Itu disebabkan beberapa tim dikabarkan absen dari kompetisi. Meski demikian, BLI telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada tim-tim Divisi Utama perihal batas akhir pendaftaran. Salah satu tim yang telah menerima pemberitahuan tersebut adalah Persebaya Surabaya. Sebagai klub yang baru tahun pertama lepas dari APBD Kota Surabaya, klub berjuluk Green Force tersebut menginginkan kompetisi diadakan dengan format tiga wilayah. Akhmad Munir, sekum Persebaya, mengatakan, jika kompetisi Divisi Utama nanti menggunakan tiga wilayah, hal itu akan membantu klub dalam melakukan penghematan. "Paling tidak, bisa menghemat akomodasi klub sampai 50 persen," kata Munir kemarin (2/7). Tapi, jika ternyata kompetisi dibagi dua grup, Persebaya akan tetap mengikutinya. "Itu kan wewenang BLI. Kita sebagai anggota ya ikut saja," ujar pelatih Persebaya Freddy Muli. (fim/uan/ko/Jawa Pos)

Senin, 30 Juni 2008

Persibat Mundur

Persibat Mundur
BATANG -Karena tidak ada kejelasan pencairan dana APBD, Persibat mengajukan pengunduran diri dari kompetisi Divisi Utama tahun ini. ”Surat pengunduran diri sudah kami kirimkan kepada BLI beberapa waktu lalu. Alasannya, kesulitan pendanaan,” kata Manajer Purwanto usai sidang paripurna DPRD, kemarin.Selama ini aktivitas yang dilakukan mengandalkan pendanaan dari APBD. ”Meskipun sudah ditetapkan, pencairannya tidak dapat dilakukan. Otomatis kegiatan tak bisa dilakukan karena tidak ada sumber pendanaan lainnya,” tandas pria yang juga ketua DPRD itu.Kesulitan muncul karena adanya ketentuan larangan penggunaan dana APBD untuk membiayai klub sepak bola profesional. Di sisi lain, payung hukum yang ditunggu berupa kesepakatan tiga menteri belum juga ada kejelasan.Secara terpisah Ketua Bidang Organisasi H Priyodigdo mengungkapkan hal serupa.
AkomodasiDisebutkan, kompetisi akan dimulai pada akhir Juli, sehingga apabila ketentuan yang memungkinkan pencairan dana APBD tidak turun, tidak ada jalan lain kecuali mundur dari kompetisi.”Alternatif terburuk adalah mundur, karena hingga kini tidak ada sumber pendanaan untuk membiayai tim selama menjalani kompetisi. Baik itu untuk perekrutan pelatih, pemain maupun pembiayaan lainnya,” ungkapnya.Phaknya juga sudah berupaya mencari sumber pendanaan dari luar, namun hasilnya tidak bisa memenuhi kebutuhan tim. Terlebih pasukannya juga akan menghadapi tim-tim dari luar Jawa, sehingga diperlukan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Belum lagi kontrak pemain dan pelatih, makan sehari-hari serta biaya-biaya lainnya yang minimal mencapai Rp 2 miliar lebih. Menghadapi kondisi demikian, pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat memaklumi keputusan yang dibuat. (H52-22/suara merdeka)

Senin, 16 Juni 2008

Fajar Lis Melamar PSIS

Fajar Listyantoro Melamar
SEMARANG- Jumlah pelamar di PSIS bertambah. Selain lima ekspatriat, pada Sabtu lalu juga datang pemain lokal yang ingin mengikuti seleksi. Dia adalah Fajar Listyantoro. Adik kandung Seto Nurdiantoro itu musim lalu membela PSS Sleman.Menurut asisten pelatih bidang talent scouting Cornelis Soetadi kemampuan Fajar memang tidak diragukan lagi. Selain kenyang pengalaman, dia juga punya skill individu bagus. Meski demikian, Fajar tetap harus mengikuti seleksi seperti pemain lain. Tim pelatih ingin mengetahui perkembangan kemampuannya.’’Seleksi terhadap Fajar mungkin tidak lama. Pelatih dan manajemen sudah tahu gambaran permainannya,’’ terang Soetadi.Sebetulnya Fajar sudah bergabung dengan Idrus Gunawan cs pada saat PSIS uji coba lawan Sriwijaya FC. Namun, pelatih Edy Paryono belum memberi kesempatan untuk berlaga pada pertandingan persahabatan tersebut. Baru pada Senin ini kemampuannya akan diuji.Dua PosisiPemain kelahiran Sleman 26 Mei 1981 itu bisa bermain di dua posisi, yaitu penyerang dan sayap kanan. Dua posisi itu sangat dibutuhkan agar pasukan ’’Mahesa’’ bisa menutupi kekurangannya.’’Pemain-pemain yang punya kemampuan bermain di berbagai posisi itulah yang kami butuhkan. Namun, diterima atau tidak, semua itu tergantung penilian tim pelatih,’’ kata pria yang pernah menangani PSIS Yunior itu.Sektor-sektor yang masih butuh pemain adalah depan, sayap kanan, dan belakang. Untuk kiper, saat ini sudah terpenuhi dengan dikontraknya pemain pelamar Zaki Alhadad. Tanda tangan kontrak dilakukan manajemen pada Kamis (12/6) pekan lalu. Dengan demikian, kuota untuk kiper terpenuhi. Penjaga gawang yang sebelumnya telah dikontrak adalah Agus Murod dan Basuki. ’’Proses negosiasi dengan Zaki tidak lama. Begitu deal, kami langsung mengikatnya dengan kontrak,’’ ujar Manajer Tim Setyo Agung Nugroho.Zaki merupakan mantan pemain Persib Bandung Yunior. Tingginya sekitar 190 centimeter. Namun, kemampuannya belum terasah. Karena itu, Agung berharap Zaki bisa dipoles menjadi kiper yang tangguh.’’Usianya masih muda. Dia masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Karena harganya terjangkau dan kami nilai punya prospek bagus, dia langsung kami kontrak,’’ tandasnya. (H13, can-22/sm)

Striker PSIS Diasah

Striker Lini Depan Jadi Prioritas

SEMARANG-Kemenangan 3-2 atas Sriwijaya FC pada pertandingan uji coba Sabtu (14/6) lalu, belum bisa dijadikan ukuran untuk menilai kekuatan PSIS.

Permainan anak-anak asuhan Edy Paryono masih menyimpan banyak kekurangan. Meski demikian, hasil tersebut bisa untuk mendongkrak kepercayaan diri, motivasi, dan semangat Idrus Gunawan cs menjelang kompetisi mulai digulirkan pada pertengahan Juli.

’’Secara umum kami puas dengan permainan tim. Semua pemain bekerja keras dan bahu-membahu untuk mengimbangi lawan yang materinya lebih berkualitas,’’ tegas General Manager Yoyok Sukawi.
’’Masih terlalu dini untuk memberikan penilaian. Lagi pula, komposisi terbaik masih dicari,’’ imbuhnya.

Dalam pertandingan tersebut, Yoyok mengakui mental dan stamina Idrus Gunawan masih perlu ditingkatkan. Selain itu, lini depan juga menjadi prioritas pembenahan mengingat saat ini PSIS belum menemukan tandem yang cocok bagi Gaston Castano.

Paryono saat ini masih memantau striker asing pelamar seperti Borgondo Salomon dan Otto Weah (Kamerun). Sedangkan Leo Chitescu (Rumania) melamar untuk posisi gelandang bertahan dan Edson Leonardo (Cile) untuk lini belakang. Rencananya, pekan ini nasib mereka akan ditentukan.
Manajer Tim Setyo Agung Nugroho mengemukakan kebutuhan striker memang sangat mendesak.

Lowongan

PSIS memang mengalami krisis striker. Pemain yang siap tampil dalam kompetisi, untuk saat ini hanya Gaston. Sedangkan Sumaryanto dan M Yusuf masih perlu diasah kemampuan dan jam terbangnya. Untuk itu, manajemen masih membuka lowongan untuk posisi tersebut. Oscar Aravena dan Jean Micheal Babouake dikabarkan tertarik untuk mengadu peruntungan di tim kebanggaan warga Semarang ini.

’’Kabarnya begitu. Tapi saya belum tahu kepastian mereka datang. Manajemen masih menunggu sinyal dari pelatih soal lima pelamar yang saat ini diseleksi,’’ tandas Agung.

Soal uji coba, Yoyok mengakui kualitas pasukan Edy Paryono kalah dari Sriwijaya FC. Tim lawan dipenuhi pemain berpengalaman dan punya skill individu tinggi. Sedangkan PSIS sebagian besar diisi pemain muda yang belum berpengalaman.

’’Keunggulan kami hanya mampu main ngotot dan cepat. Intinya, jika berusaha keras, pemain pasti bisa. Uji coba lawan Sriwijaya FC itu patut dijadikan pelajaran,’’ katanya. (H13,can-22/sm)

Rabu, 11 Juni 2008

PSIM Tak Jelas

Nasib Pemain Belum Jelas

JOGJA - Manajer Tim PSIM Imam Priyono Dwi Putranto menyatakan timnya tetap akan dipertahankan untuk kompetisi mendatang. Imam pun menyatakan skuad berjuluk Laskar Mataram itu tetap akan eksis di persepakbolaan nasional."Apapun yang terjadi, pelan-pelan kami cari dana, PSIM tetap ikut kompetisi. Sambil menunggu keputusan-keputusan baru dari Mendagri dan PSSI," tandasnya.Tegas disebutkan Imam, skuadnya tidak akan pertimbangkan nasibnya. Sehingga batas 12 Juni besok tak berlaku bagi tim Parang Biru ini. Manajer Keuangan PDAM Tirtamarta ini menyatakan persoalan pengadaan anggaran bukan urusannya. "Siapa bilang ada target-targetan. Soal dana itu urusan manajemen. Kalau saya tetap siapkan tim," tegas Imam.Kalau pun terhenti, katanya, PSIM tak akan sendirian. Secara pribadi Imam memprediksi sebanyak 80 persen klub di Indonesia, akan menghentikan eksistensinya jika tak boleh menggunakan APBD."Itu prediksi saya, ya. Semua akan sakit sama-sama. Semua tim di luar juga sama masalahnya," ujarnya.Disinggung soal nasib pemain yang kini masih bertahan di PSIM, Imam tak banyak berkomentar. "Semuanya baik-baik saja. Latihan masih berjalan lancar. Nggak ada masalah kok," tukasnya singkat tanpa menjelaskan. (ayu/jppn)

Persekabpas Tak Jelas

Pemain dan Tim 11 Mulai Gusar
PASURUAN - Setelah jajaran Sakeramania dan pengurus klub bersuara lantang, kini kegusaran soal ketidakpastian Persekabpas ikut Divisi Utama mulai menghinggapi pemain. Mulai Senin lalu, sudah tidak ada latihan resmi. Para pemain pulang ke rumahnya masing-masing untuk menunggu perkembangan lebih lanjut.Beberapa pemain yang sempat dihubungi Radar Bromo Sport mempunyai pandangan yang sama. Mereka adalah Abdurrahman Efendi, Fery Liga Saputra, maupun A Rosyid. Fendi -panggilan Abdurrahman Efendi dan Fery adalah kakak beradik yang sudah lama membela panji Persekabpas. "Kami sebenarnya hanya ingin ada kepastian. Persekabpas ini ikut Divisi Utama atau tidak. Jangan digantung seperti ini nasib kami," ujar Fery yang diiyakan sang kakak saat ditemui di rumahnya daerah Kersikan, Bangil."Tidak usah dana miliaran. Asalkan di putaran pertama ini menyatakan ikut saja, kami sudah senang. Yang penting ikut dulu. Baru kita tata pada putaran kedua," sahut Fendi.Fery sendiri juga mendapat banyak SMS dari beberapa temannya yang juga menanyakan hal yang sama. Salah satunya datang dari A. Rosyid. Striker asal Sukorejo yang juga mantan pemain Persiku Kudus ini hanya melayangkan beberapa kalimat dalam SMS-nya. "Secepatnya perlu ada pembentukan pengurus dan pemain. Masalahnya kompetisi sudah dekat. Dan bagaimana status pemainnya. Gitu aja," ujar Rosyid membacakan SMS-nya, kemarin.Kegalauan pemain seperti Fery, Fendi dan Rosyid adalah mewakili kegusaran para pemain lainnya. Bahkan, beberapa pemain ada yang bahkan sudah hengkang memilih ke klub lain. Kabar yang berkembang, pemain seperti Heri Ismanto, Irfan Junaidi mencoba peruntungan di Deltras. Sedang, Samsudin ke Mojokerto. "Ya, kalau dua bulan lalu tidak ada kepastian, mungkin kami bisa mencari klub lain. Tapi, kalau mepet begini, klub lain sudah penuh," tegas Fery.Ungkapan lebih keras disuarakan Abdul Hamid. Mantan pemain Timnas Garuda yang juga menjadi anggota tim 11 ini menyatakan prihatin jika Persekabpas tak mengikuti kompetisi Divisi Utama. Sebab, kerugian akan banyak dialami, jika tim kebanggaan masyarakat Pasuruan ini terjun bebas di Divisi II. "Rugi besar kalau terjun ke Divisi II. Berapa lagi harus kita anggarkan untuk kembali ke Divisi Utama. Sudah rugi biaya, tenaga, belum lagi bentok-bentokane (pertikaian, Red). Kalau bisa, Persekabpas ini harus kita pertahankan tetap di Divisi Utama," tegasnya.Caranya? Hamid memberikan solusi agar bisa dicermati banyak pihak. Pertama, pihak pengurus Persekabpas harus duduk bareng bersama anggota klub dan unsur Sakeramania. Kedua, menghubungi orang-orang yang bisa langsung mengambil keputusan cepat. "Kami sebenarnya kurang pas memberikan statemen ini. Tapi, dari lubuk hati yang paling dalam, kami tidak mau tim ini tidak ikut kompetisi. Kami perlu orang-orang yang bisa menyelamatkan Persekabpas," tegasnya. (day/jppn)

Divisi Utama Tepat Waktu

Divisi Utama Digelar sesuai Jadwal

BOJONEGORO - Badan Liga Indonesia (BLI) berusaha konsisten untuk menyelenggarakan kompetisi divisi utama sesuai jadwal yang telah disusun. Menurut Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, kompetisi divisi utama tahun ini tetap akan digelar 26 Juli mendatang.Pada tahun ini, kompetisi divisi utama bakal dibagi menjadi tiga grup. Yakni, grup barat, grup tengah, dan grup timur. ''Sementara pembagian grupnya sesuai dengan pertimbangan geografis,'' tutur Joko. Dari tiga grup tersebut, lanjut dia, dua tim teratas lolos ke babak delapan besar bersama dua tim berperingkat tiga terbaik. ''Sistem pertandingan per grup adalah sistem kompetisi penuh,'' imbuhnya.Pada babak delapan besar, bakal dibagi dua grup. Tim peserta babak ini bertanding secara home tournament di dua tempat. Dari masing-masing grup babak delapan besar tersebut, hanya dua tim teratas yang lolos ke babak semifinal. ''Dan juara pertama sampai tiga langsung lolos ke superliga,'' jelasnya.Untuk peringkat keempat, kata Joko, masih tetap diberi harapan lolos ke superliga. Namun, tim tersebut harus lolos dari playoff ketika melawan peringkat 15 di klasemen akhir superliga. Jika menang, maka tim tersebut bisa promosi. Namun, jika kalah, maka tim itu harus tetap berada di divisi utama tahun depan.Bagaimana dengan degradasi tim divisi utama? Joko menjelaskan, dua tim peringkat terbawah di masing-masing babak penyisihan grup akan langsung terdegradasi ke divisi I. Berdasarkan rencana BLI, nantinya ada delapan tim yang terdegradasi dari divisi utama. ''Namun kami masih godok semua mana yang terbaik dan akan dijelaskan di manager meeting pada pertengahan Juli nanti,'' ujarnya. Yang jelas, tutur Joko, superliga maupun divisi utama tetap digelar sesuai jadwal. Sebab, jika mundur, maka konsekuensinya baru dua pertandingan digelar sudah libur Ramadan. ''Dan itu kan sangat tidak nyaman sekali,'' katanya.Bagaimana dengan pengisian kekosongan dua tim superliga yang dicoret karena dianggap tak memenuhi syarat? Menurut Joko, Senin nanti sudah ada keputusan siapa tim pengganti Persmin Minahasa dan Persiter Ternate. Namun, dia enggan berkomentar saat disodorkan sejumlah klub yang berpeluang menggantikan dua tim tersebut. ''Nanti saja. Kalau saya pinginnya malah Persibo,'' katanya sambil tertawa. (ade/jppn)

Persibo Terancam Away

Tiga Aspek Belum Terpenuhi

BOJONEGORO - Seperti diprediksi, Persibo Bojonegoro dinyatakan Badan Liga Indonesia (BLI) belum layak menggelar pertandingan di Stadion Letjen H. Soedirman. Ada tiga aspek penting yang harus dipenuhi pengurus tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu apabila ingin tetap menggelar laga home divisi utama di stadion tersebut.Tiga aspek itu meliputi perbaikan lapangan hijau stadion, pagar pembatas, dan pengamanan saat terjadi evakuasi penonton. Tiga aspek inilah yang sekilas dilihat Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono saat melakukan verifikasi di stadion kebanggaan warga Kota Ledre tersebut.Menurut Joko, kondisi lapangan Stadion Letjend H Soedirman saat ini cukup keras. Sementara kondisi pagar pembatas juga sangat mudah dilalui penonton. ''Kalau ada suporter tamu dan terjadi apa-apa, yang harus dipikirkan adalah evakuasi suporter ke tempat yang aman itu lewat mana?,'' tanyanya.Joko mengaku sangat memahami komitmen perbaikan Stadion Letjen H Soedirman agar bisa lebih standar. Namun, tiga aspek tersebut tetap harus dipikirkan pengurus Persibo. Menurut dia, untuk divisi utama, BLI tidak menerapkan aspek yang kaku seperti superliga. ''Karena itu kalau memang dibangun home base-nya sementara, di mana silakan diajukan,'' katanya.Kalau misalnya Persibo mengajukan Stadion Wilis Madiun, Joko menilai stadion tersebut sudah sangat standar saat ini. Namun, kalau Persibo mengajukan nama stadion alternatifnya, maka dia mempersilakan. ''Yang jelas, sebelum manajer meeting pertengahan Juli sudah tuntas,'' tuturnya.Dia menambahkan, dari 34 peserta kompetisi divisi utama, terdapat 18 tim promosi. Meski demikian, BLI tidak memverifikasi semua stadion peserta divisi utama. BLI hanya memverifikasi stadion milik 18 tim promosi. ''Sementara yang sudah di divisi utama kan sudah diverifikasi dulu,'' jelasnya.Dari 18 tim promosi itu, lanjut Joko, saat ini sudah ada enam stadion yang dinyatakan layak menggelar divisi utama. Enam stadion itu adalah kandang Persikab Bandung, Gresik United, Persisam Samarinda, Persiba Bantul, PSP Padang, dan PSPS Pekanbaru. ''Sementara yang lain masih diverifikasi,'' katanyaDalam sehari kemarin, tutur Joko, ada tujuh petinggi PSSI yang berangkat melakukan verfikasi stadion peserta kompetisi divisi utama. Salah satunya, dirinya yang bertugas memverifikasi Stadion Letjen H Soedirman. ''Kalau hasilnya paling tidak Jumat nanti sudah beres,'' tuturnya. (ade/jppn)

Persema Uji Deltras

Persema Jajal Deltras
MALANG - Pelatih Persema Subangkit sudah bisa bernapas lega. Keinginan untuk melakukan uji coba lawan Deltras Sidoarjo pada 18 Juni di Stadion Gajayana akan terwujud. Ini setelah pihak pengelola stadion kebanggaan warga Kota Malang ini sudah memberi izin menggunakan stadion untuk pertandingan. "Stadion sudah boleh dipakai saat Persema menjalani laga uji coba Rabu (18/6) nanti," kata Subangkit seusai latihan di lapangan luar Stadion Gajayana sore kemarin.Subangkit sengaja mencari tim kuat Deltras untuk menguji kekuatan anak asuhnya sebelum turun di kompetisi Divisi Utama. Dengan lawan tim kuat, kelemahan tim dan mental pemain akan lebih teruji. Karena itu Subangkit berencana menurunkan pemain terbaiknya. "Saya ingin kembali melihat kerja sama tim inti. Saat turun di Piala Gubernur saya belum tahu team work-nya," jelasnya. Uji coba lawan Deltras tersebut bukan yang terakhir bagi Bima Sakti dan kawan-kawan. Sebab usai lawan Deltras, Persema masih akan melakukan tryout ke Jogjakarta. Di Kota Gudeg itu selama seminggu sejak 22 Juni mendatang. Selama di Jogja, Persema mengagendakan melakukan empat kali uji coba lawan Persiba Bantul, PSS Sleman, PSIM Jogja, dan Persiku Kudus. "Kami harus mempersiapkan diri sebelum tryout. Karena dalam tryout nanti kami akan menggelar pertandingan segi empat,"paparnya kemarin. (yon/abm)
Bambang Sambut Antusias
MALANG - Rencana kedatangan Esaiah Pello Benson disambut antusias pelatih Arema Bambang Nurdiansyah. Dengan segera bergabungnya pemain Timnas Liberia tersebut, maka kebutuhan satu pemain asing di sektor playmaker akan segera tertutupi.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang itu, Benson memang merupakan pemain rekomendasinya. Sehingga Benson tak perlu mengikuti seleksi seperti playmaker asing lainnya. Terakhir, Bambang mencoret tiga nama seleksi asing yakni Carlos Aliberto Gomes (Argentina), Eppala Jordan Claude (Kamerun), dan Alberto Castellani (Italia). "Saya sudah tahu kualitas Benson jadi tak perlu seleksi. Saat ini dia sedang di Singapura mengurus visa. Begitu selesai urusannya, dia akan saya suruh langsung ke Madiun (tempat training centre Arema)," ungkap Bambang.Bila Benson benar-benar bergabung dengan Arema, maka lima pemain asing Singo Edan semuanya berasal dari Afrika. Tiga pemain dari Kamerun yakni Emile Bertrand Mbamba, Emaleu Serge, dan Aaron Nguimbat. Sedangkan satu pemain lainnya berasal dari Guinea yakni Souleymane Traore.Itu artinya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Arema, semua pemain asingnya berasal dari Afrika. Biasanya dalam setiap musim yang selalu dilaluinya, pemain asing yang bergabung dengan Arema merupakan pemain kombinasi dari beberapa benua. Selain Afrika, juga terdapat pemain dari Amerika Latin. Pemain asal Australia juga pernah bergabung dengan tim yang didirikan pada 1987 tersebut.Apakah itu pertanda bahwa Bambang menyukai pemain tipikal dari benua hitam tersebut? Dengan tegas mantan pemain Pelita Jaya tersebut menolak anggapan bahwa dia fanatik terhadap pemain Afrika. "Di PSIS dulu saya pernah menggunakan tenaga Emanuel de Porras, dia merupakan pemain asal Argentina," elak Bambang.Saat melatih PSIS pada 2005 lalu, Porras merupakan satu-satunya pemain asal Amerika Latin. Sedangkan empat pemain lainnya berasal dari Afrika yakni Anthony Jomah Ballah, Benson, Fofee Kamara, dan Abdoulaye Djibril. "Pelatih akan sangat kelihatan bodoh jika dia hanya senang dengan tipikal pemain-pemain dari benua tertentu," papar dia.Sebenarnya, untuk karakter playmaker asing Arema, dia mengaku membutuhkan pemain asal Amerika Latin. Hanya saja, keinginannya untuk mencari pemain Amerika tak bisa terpenuhi pada musim ini. Itu karena nilai yang ditawarkan dianggap mahal. Pada akhir April lalu Bambang sudah merekomendasikan nama Javier Rocha dari Cile ke manajemen Arema. Namun karena buntunya negosiasi, pemain berusia 30 tahun tersebut gagal merumput di Arema. (fir/abm/jppn)

Lipede Pulang

PSIS
Lipede dan Moyano Dipulangkan
SEMARANG-Pelatih PSIS Edy Paryono memulangkan tiga pelamar, yaitu Peter Lipede, Leonardo Javier Moyano, dan Bugi Andrea. Sedangkan Leo Chitescu, Edson Leonardo, dan Zaki Al Hadad masih dipantau kemampuannya.Pencoretan tersebut diambil usai Idrus Gunawan cs latih tanding dengan PS SSS di Stadion Jatidiri, kemarin. Laga tersebut berakhir 4-0 (1-0) untuk kemenangan PSIS. Striker Gaston Castano menyumbang dua gol. Dua gol lainnya diciptakan Sumaryanto dan Sapto. Meski menang, permainan pasukan ”Mahesa Jenar” masih kurang gereget.”Dari enam pemain pelamar, tiga diantaranya kami pulangkan. Kemampuan mereka tidak lebih baik dari pemain PSIS yang ada saat ini,” terang Paryono usai latih tanding, kemarin.Menurutnya, kemampuan dua ekspatriat yang dipulangkan tidak lebih bagus dari Edson. Lipede yang merupakan mantan pemain Persik Kediri dan Moyano yang mantan personel Semen Padang, kurang cocok dengan karakter permainan PSIS. Lipede dan Moyano telah terbiasa main dalam tim yang berpola 3-5-2. Hal itu tidak lepas dari karakter sebagai libero atau stoper murni. Sedangkan untuk Bugi, Paryono belum terlalu butuh gelandang. Pemain PSIS pada posisi tersebut cukup banyak. ”Yang kami butuhkan saat ini adalah striker. Itu untuk menutupi kelemahan lini depan yang ditinggalkan Subiyanto,” kata mantan pelatih Persipur Purwodadi tersebut.
Sriwijaya FC
Dalam latih tanding, Paryono mencoba formasi 3-5-2 di babak pertama dengan komposisi Basuki, Peter Lipede, Gunawan, Heri, Anwarudin, Alex Daniel, Leo Chitescu, Bugi, Ilham, Gaston Castano, dan Sumaryanto. Dengan komposisi seperti itu permainan anak-anak Semarang kurang gereget. Mereka cenderung main dalam tempo lambat mengikuti irama permainan lawan. Wajar jika permainan PSIS monoton sehingga serangannya mudah dipatahkan lawan.Beberapa peluang emas dimiliki Gaston, Alex Daniel, dan Sumaryanto. Tapi, tendangannya masih melenceng dari gawang. Jala gawang SSS baru bergetar menjelang turun minum. Gaston yang dikawal dua pemain lawan di kotak penalti, melancarkan tendangan terarah yang menusuk ke pojok kiri gawang.Pada babak kedua, Paryono mulai menurunkan komposisi pemain yang akan digunakan untuk menghadapi pertandingan uji coba lawan Sriwijaya FC Sabtu (14/6) mendatang. Mereka adalah Agus Murod, Idrus Gunawan, Edson, Denny Rumba, Sapto, Leo Chitescu, Alex Daniel, Prananda Aditya, Sukamto, Gaston Castano, dan Sumaryanto.Permainan yang ditampilkan mereka jauh lebih baik. Serangan-serangan terlihat bervariasi dan hidup. Hasilnya, tiga gol tercipta di babak itu lewat Sumaryanto, Sapto, dan Gaston. ”Lawan Sriwijaya FC, kami tetap memakai formasi 4-4-2 flat,” kata Paryono.”Di babak pertama, pemain memang kurang gereget. Itu lantaran mereka kelelahan setelah latihan fisik berupa lari 10 kilometer sehari sebelum uji coba. Tetapi, mereka harus dibiasakan bertanding dengan jadwal yang ketat seperti saat kompetisi nanti,” tandasnya. (H13,can-22/sm)

Edu Papar Program

PERSIS SOLO
Edward Tjong dan Haryanto Diminta Paparkan Program
SOLO - Persis Solo merevisi agenda start pembentukan tim. Mulanya akan dimulai pada 9 Juni, namun dibatalkan menjadi Senin pekan depan (16/6).”Senin nanti, pengurus dan manajemen inti akan bertemu pelatih terpilih Edward dan asisten pelatih bidang kiper Haryanto. Keduanya diminta memaparkan program,” kata Sekretaris Umum Ruhban Ruzziyatno, kemarin.Edward ”Edu” Tjong diminta memaparkan programnya selama satu musim ke depan, termasuk para pemain yang dibidik bagi penyusunan kerangka tim Kota Bengawan. Dari daftar pemain incaran, akan diprediksi kebutuhan anggaran belanjanya. Tentu saja bakal disesuaikan dengan kemampuan keuangan tim.”Haryanto juga kami minta paparanya. Sebab, dia merupakan orang baru di Solo. Kami tentu ingin tahu apa alasan-alasan dia hingga bersedia bergabung,” lanjut Ruhban.Rencananya, setelah ada kesepakatan, pengurus langsung menyodorkan draf ikatan kontrak bagi keduanya. Dua pos lain asisten diupayakan terisi hari itu juga. Nama yang sudah muncul adalah Anshar Ahmad untuk posisi asisten bidang teknik dan Fadillah Umar di bidang fisik.”Yang sebenarnya juga jadi persoalan, kami belum tahu pada kasta Superliga atau Divisi Utama nantinya. Mengapa sih PSSI tak segera mengumumkan? Padahal itu berkait kebutuhan budget tim,” tambah Ruhban.
25 Pemain
Edu sendiri menyatakan sudah siap memaparkan programnya untuk meracik skuad. Mantan caretaker pelatih Persis itu punya rancangan total 25 pemain dalam timnya, termasuk tiga-empat orang ekspatriat. Namun, dia mengaku maklum jika nantinya harus menghadapi penyesuaian-penyesuaian berkait kondisi keuangan ”Laskar Sambernyawa”.”Itu rancangannya. Tapi semua tentu tergantung dana, saya tahu itu,” katanya.Lebih rinci dia menyebutkan, ada 13 pemain domestik termasuk delapan personel lama yang bisa langsung dinegosiasi. Sedangkan sembilan pemain di dalam daftarnya harus mengikuti seleksi dulu bersama para pemain lokal Solo.(D11-22)

Pelamar Masih Berdatangan KUDUS-Persiku masih didatangi pelamar. Menurut Pelatih Kepala Lukas Tumbuan, empat pemain yang datang belakang diharapkan bisa memenuhi kualifikasi. Mereka adalah Morris Power, Peri Sah Kollie, Julius Kwateh, dan Imam Riadi.Morris merupakan mantan personel Persibat Batang. Kollie terakhir bermain untuk Perserang Serang. Keduanya sama-sama berasal dari Liberia. Pemain asing lain, Julius Kwateh, merupakan mantan personel Persiku yang berhenti pada pertengahan kompetisi. Sedangkan Imam Riadi sebelumnya merumput di Perserang.Sebelumnya muncul kabar, sebanyak empat pemain asing, yaitu Tomas Masaala, Adum Tomabala, Alex Bron, dan Piy Bron dicoret. “Belum bisa dipastikan siapa yang dicoret karena masih dirundingkan,” katanya.Jumah pemain yang ada saat ini sebanyak 28 orang, terdiri atas 23 pemain lokal dan lima pemain asing.Mereka menjalani latihan pemantapan teknik dan stamina, di sela-sela seleksi.Disinggung jumlah pemain yang akan dimasukkan dalam kompetisi mendatang, dia mengatakan menyesuaikan dengan anggaran dari manajeman. Tim pelatih belum bisa memastikan siapa saja yang bakal dicoret, sebab masih dibutuhkan evaluasi lebih lanjut.(J18, H8-22/sm)

Persiku buka kran

Pelamar Masih Berdatangan
KUDUS-Persiku masih didatangi pelamar. Menurut Pelatih Kepala Lukas Tumbuan, empat pemain yang datang belakang diharapkan bisa memenuhi kualifikasi. Mereka adalah Morris Power, Peri Sah Kollie, Julius Kwateh, dan Imam Riadi.Morris merupakan mantan personel Persibat Batang. Kollie terakhir bermain untuk Perserang Serang. Keduanya sama-sama berasal dari Liberia. Pemain asing lain, Julius Kwateh, merupakan mantan personel Persiku yang berhenti pada pertengahan kompetisi. Sedangkan Imam Riadi sebelumnya merumput di Perserang.Sebelumnya muncul kabar, sebanyak empat pemain asing, yaitu Tomas Masaala, Adum Tomabala, Alex Bron, dan Piy Bron dicoret. “Belum bisa dipastikan siapa yang dicoret karena masih dirundingkan,” katanya.Jumah pemain yang ada saat ini sebanyak 28 orang, terdiri atas 23 pemain lokal dan lima pemain asing.Mereka menjalani latihan pemantapan teknik dan stamina, di sela-sela seleksi.Disinggung jumlah pemain yang akan dimasukkan dalam kompetisi mendatang, dia mengatakan menyesuaikan dengan anggaran dari manajeman. Tim pelatih belum bisa memastikan siapa saja yang bakal dicoret, sebab masih dibutuhkan evaluasi lebih lanjut.(J18, H8-22/sm)

Selasa, 10 Juni 2008

Persekabpas Serius

Pengurus Sikapi Serius

PASURUAN - Reaksi beberapa klub anggota yang terus meminta agar Persekabpas tetap mengikuti kompetisi Divisi Utama mulai mendapat hasil. Pengurus Persekabpas langsung mengadakan pembicaraan dan berencana untuk mengadakan pertemuan internal.Pembicaraan yang akan dilakukan hanya satu, apakah Persekabpas akan mengikuti kompetisi atau tidak. Kalau ya, mereka akan mencari solusi soal terbatasnya dana anggaran musim ini. "Ya, hanya itu yang akan kami bicarakan. Kami sudah mengontak pengurus harian dan mungkin dalam beberapa hari ini kami berkumpul untuk membicarakan hal darurat ini," tegas Udik Djanuantoro, ketua harian Persekabpas, saat dihubungi kemarin.Hal darurat? Udik menyatakan hal itu. Darurat yang dimaksudkan adalah soal terjepitnya waktu pendaftaran yang ditetapkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) yang kabarnya pada 14 Juni mendatang, dengan soal kejelasan dana untuk mengarungi kompetisi. "Usul dari para anggota klub, saya kira baik. Dan saya setuju untuk kita sama-sama duduk bareng. Cuma, untuk tahap awal, kami ingin konsolidasi dulu secara internal bersama pengurus harian," tegasnya.Sebagaimana berita sebelumnya, para pengurus klub anggota Persekabpas langsung merespons ketika manajemen meragukan The Lassak untuk tampil di Divisi Utama, musim ini. Mereka tak ingin Persekabpas mati. "Kami menyarankan agar seluruh elemen bola di ajak berunding. Antara pengurus Persekabpas, pengurus klub dan unsur Sakeramania perlu duduk bareng membicarakan persoalan krusial ini. Jika tidak, ini akan menjadi persoalan besar" ujar Tedi, pengurus klub Persig Gading Winongan kala itu.Udik pun mengaku salut dengan upaya para klub. Hanya upaya ini perlu ada tindakan nyata dari semua elemen bola. Nah, setelah pembicaraan secara internal kelar, Udik sudah berinisiatif untuk mengundang perwakilan komponen bola yang peduli pada masa depan Persekabpas. "Setelah tahapan internal selesai, kami bisa mengundang perwakilan klub anggota atau perwakilan suporter. Kami juga tetap ingin agar Persekabpas tetap eksis," tegasnya.Selain tetap membicarakan hal darurat Persekabpas secara internal, sekretaris umum Persekabpas, Asfatah kemarin juga berupaya jemput bola. Ia mencoba menghubungi Djoko Driyono, Direktur BLI. Fatah menyarankan agar jadwal pendafataran keikutsertaan tim-tim Divisi Utama bisa ditunda. "Dan informasi dari Pak Djoko, tim-tim diberi kelonggaran untuk pendaftaran itu. Dari 14 Juni, bisa didaftarkan hingga Juli 2008. Sehingga, kami punya waktu lebih matang untuk membicarakan hal ini," tegas Udik usai menghubungi Fatah kemarin. (day)

Persema Jemput Striker

StBidikan Dijemput Seme-Mbom
Kini Sudah Berada di Singapura
MALANG - Janji pelatih Persema Subangkit mendatangkan striker asing baru sampai kemarin (9/6) belum terbukti. Faktanya, dalam sesi latihan di Lapangan Linud, Jabung, kemarin, tidak ada satu pun wajah baru di skuad Persema.Tapi kubu Persema tidak terlalu khawatir. Sebab belum hadirnya striker yang menjadi bidikan itu sedang mengalami kendala administrasi di kantor Imigrasi Singapura. Sulitnya pengurusan administrasi ini karena striker tersebut belum pernah merumput di Indonesia. "Mudah-mudahan administrasinya segera beres," harap Subangkit.Subangkit cukup yakin, striker yang diinginkan yang dikabarkan Nleng Matias itu tetap akan datang ke Malang usai urusan administrasi beres. "Kemungkinan dua atau tiga hari ini dipastikan datang," tegas Subangkit.Dalam sesi latihan kemarin, dua pemain asing Persema Seme Pierre Patrick dan Mbom Mbom Julien juga absen. Karena keduanya sedang mengurus kartu izin tinggal sementara (Kitas) di Singapura. Selain mengurus Kitas, kepergian Seme dan Mbom itu sekaligus untuk menjemput striker bidikan Persema yang memang sudah berada di Singapura. "Kalau tidak ada kendala, bisa jadi striker yang saya bidik itu ke Malang bareng Seme dan Mbom," imbuh mantan pelatih Timnas U-16 ini.Ambisi Subangkit mendatangakn striker asing ini karena kebutuhan mendesak. Ini untuk menutup kebuntuan di lini depan yang diisi Cristian Lenglolo dan Supaham. Duet striker ini dinilai masih belum menjanjikan untuk mengarungi pentas kompetisi Divisi Utama. Apalagi kuota pemain asing untuk Persema masih tinggal satu pemain. "Kami optimalkan jatah pemain asing," tandas dia. (yon/abm/jppn)

Seleksi Pemain Persis Batal

Pelatih Belum Deal, Seleksi Pemain Batal
SOLO-Lantaran belum ada deal soal nilai kontrak antara pihak manajemen dan calon pelatih, proses seleksi pemain Persis yang sedianya mulai dilakukan kemarin dibatalkan. Jika masalah tersebut berlarut-larut, dikhawatirkan akan berimbas pada pembentukan kerangka tim untuk kompetisi tahun ini.”Kami telah meminta pada pihak manajemen untuk secepat mungkin menyelesaikannya agar tidak mengganggu pembentukan tim,” kata Ketua Umum Persis FX Hadi ”Rudy” Rudyatmo, kemarin.Rudy mengaku, sebelumnya pihak manajemen telah menunjuk Edward ”Edu” Tjong sebagai pelatih kepala tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu setelah calon pelatih lain, Yudi Suryata menangani PSS Sleman. Untuk pelatih kiper ditunjuk Haryanto.Setelah ditunjuk, Edu yang sebelumnya menjadi caretaker pelatih Persis menggantikan Suharno pada putaran kedua kompetisi tahun lalu, menyatakan kesediannya. Demikian pula dengan Haryanto. Kendati sudah ada kesedian dari yang bersangkutan, nanum hingga kemarin belum ada kesepakatan kontrak dengan manajemen.DanaKondisi itu terjadi, menurut Rudy, karena keterbatasan anggaran. Apalagi tahun ini Persis juga tidak mendapatkan alokasi dana APBD, berbeda dari sebelumnya. ”Tahun ini dana yang dimiliki terbatas. Karena itu kami mencari pelatih yang rela berkorban membangun persebakbolaan Solo dan tidak semata-mata mencari uang.”Edu mengatakan, belum dimulainya seleksi pemain karena belum ada keputusan dari pihak manajemen soal tempat, waktu, dan mekanisme proses seleksi. Ia mengatakan, selama belum ada kepastian dari pihak manajemen, pihaknya tidak berani melangkah. (G8-22/sm)

Stok Striker PSIS Sedikit

Lini Depan Sangat Terbatas
SEMARANG-Menjelang laga uji coba menghadapi Sriwijaya FC, Sabtu (14/6) mendatang, PSIS mengalami krisis pemain depan. Dengan mundurnya Subiyanto dan cederanya Yulianto Wibowo, pilihan di lini depan menjadi sangat terbatas. Saat ini pelatih Edy Paryono hanya memiliki tiga penyerang, yaitu Gaston Castano, Sumaryanto dan M Yusuf.Manajemen berupaya keras menutup kelemahan itu. Solusi paling realistis adalah merekrut pemain. Terlebih striker domestik yang ada merupakan pemain muda yang masih minim pengalaman bertanding. Striker yang akan direkrut nanti wajib memiliki skill individu dan stamina di atas rata-rata. Selain itu, juga harus memiliki pengalaman bertanding di Divisi Utama.”Kami akan mencarikan tandem yang setara bagi Gaston. Sementara pemain lokal yang ada, akan diposisikan sebagai pelapis,” kata Manajer Tim Senior Agung Setyo Nugroho, kemarin.”Tidak masalah Subiyanto mundur. Kami akan mencari penggantinya dan memaksimalkan pemain yang ada. Perekrutan pemain depan saya harapkan bisa dilakukan secepatnya,” harap Edy Paryono usai latihan fisik kemarin.Mundurnya Subiyanto, diakui Agung memaksa pelatih dan manajemen menghitung kebutuhan pemain. Jika sebelumnya sektor sayap kanan dan belakang menjadi prioritas, dengan perkembangan yang ada, kini perhitungan itu bisa saja berubah. Lini depan juga jadi prioritas utama dalam perekrutan pemain.Dikatakannya, dalam beberapa waktu ke depan timnya terus membuka kesempatan bagi pelamar untuk mengikuti seleksi. Kalaupun nanti ada pemain yang dinilai layak direkrut oleh tim pelatih, maka dirinya akan segera melakukan negosiasi.Butuh WaktuUntuk pelamar yang ada, yaitu Leonardo Javier Moyano (Argentina), Leo Chitescu (Rumania), Piter Lipede (Kamerun), Gugi Andria (Persib Yunior) dan Zaki Al Hadad (Persib Yunior) perkembangannya masih akan dipantau.”Masih terlalu dini untuk menilai, kami masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi kemampuan mereka,” kata Paryono.Sore kemarin, Idrus Gunawan cs menjalani latihan fisik. Latihan yang dipimpin oleh pelatih fisik Djanu Ismanto itu tidak dilakukan di dalam Stadion Jatidiri. Kali ini, mereka digenjot ketahanan jantung dan paru-parunya dengan lari mengitari kompleks GOR Jatidiri sebanyak sepuluh kali. Panjangnya diperkirakan 10 kilometer.”Fokus latihan fisik ini untuk meningkatkan kondisi aerobik pemain,” kata Djanu.Secara umum, dosen senior FIK Unnes itu menyatakan kondisi pasukan Edy Paryono cukup baik. Rata-rata setiap putaran ditempuh pemain dalam waktu sekitar lima setengah menit. Hal itu di atas target waktu yang ditentukannya, yaitu enam menit. Meski demikian, dia mengakui ada beberapa pemain yang mencapai waktu lebih dari yang ditentukan. ”Secara umum kondisi pemain sangat baik. Namun, diharapkan meningkat lagi menjelang kompetisi dimulai,” tandasnya. (H13,can-22/sm)

Persema Gagal

Terancam Batal Lawan Delras

MALANG - Rencana tim Persema melakukan uji coba lawan Deltras Sidoarjo Juni ini terancam batal. Penyebabnya tidak lain karena Persema kesulitan mencari tempat tanding. Karena Stadion Gajayana yang biasa dijadikan venue Persema tidak bisa dipakai akibat renovasi. "Kami perlu koordinasi dulu dngan manajemen," jelas Subangkit, pelatih Persema. Persema ngotot untuk menggelar uji coba lawan Deltras di Stadion Gajayana. Karena kubu tim berjuluk The Lobster tersebut bersedia tampil di Malang lawan Persema asal di Stadion Gajayana. "Ya kami akan lihat dulu kondisinya. Kalau tidak bisa pakai Gajayana besar kemungkinan kita akan laga uji coba di luar kandang," tandas pelatih asal Pandaan ini. Bagi Subangkit, uji coba lawan Deltras itu amat penting. Karena itu merupakan uji coba terakhir sebelum turun di Divisi Utama. Apalagi ia juga ingin menurunkan komposisi terbaik yang disiapkan di kompetisi. "Setelah uni coba nanti, kami bisa evaluasi total," tegas dia. Sementara untuk kekuatan lapis kedua, Subanglit sudah cukup puas. Hasil unggul 3-1 atas Persiwa di Jabung pekan lalu dinilai Subangkit ada peningkatan pesat. Bukan hanya hasil akhir yang melegakan pelatih asal Pandaan ini, tapi juga kerja sama tim dan koordinasi antarlini cukup bagus. "Jadi tinggal memantapkan tim inti," kata Subangkit. (yon/abm/jppn)

Kebut Tim Persebaya

Freddy Kebut Soliditas Tim

SURABAYA - Agenda pemantapan tim, tampaknya, menjadi target utama Freddy Muli kala Persebaya beruji coba melawan PSBK Kota Blitar di Stadion Soeprijadi, Blitar, Jumat (13/6). Hal tersebut bisa disimak dari keinginan Freddy untuk menurunkan seluruh pemain terbaiknya kala dijamu tim asal kota kelahiran Bung Karno tersebut. Termasuk, dua pemain asing yang saat ini resmi diikat Persebaya, Javier Rocha serta Jairon Feliciano Damasio. Bahkan, dia juga menyebutkan bahwa para pemain inti Persebaya akan diprioritaskan mengisi starting line up.Soal pemain muda, Freddy belum berani memberikan garansi. Saat ini, yang terus dikebut adalah pematangan tim terbaik. ''Kalau untuk pemain muda, lihat nanti saja. Kalau memang dirasa perlu, tentu akan saya selipkan,'' ujarnya.Hal tersebut tak lepas dari kompetisi Divisi Utama yang akan bergulir satu setengah bulan lagi. Dia menegaskan akan memaksimalkan sisa waktu yang sudah mepet itu demi mendapatkan formasi ideal. ''Yang menjadi fokus saya sekarang adalah mematangkan taktik yang sudah saya ajarkan,'' tegasnya.Dalam sesi latihan rutin kemarin (9/6), Bejo Sugiantoro dkk kembali harus terusir dari tempat latihan biasanya. Hal tersebut tak lepas dari agenda persiapan laga uji coba Timnas Indonesia melawan Vietnam besok. Karena itu, Green Force terpaksa berlatih di Lapangan Mahmil Surabaya. Dalam latihan tersebut, Freddy kembali mengasah individu pemain dan kepaduan tim secara umum. Selain itu, pelatih kelahiran Palopo tersebut memberikan sejumlah instruksi demi pembenahan di beberapa lini. Di antaranya, lini pertahanan serta depan. Freddy menjelaskan, kedua sektor tersebut memang perlu dibenahi, mengingat komposisi pemain Persebaya musim ini yang semua baru. ''Semua pemain perlu beradaptasi. Terutama untuk pemain tengah serta depan. Mereka kan belum pernah bermain dalam satu klub,'' ungkapnya.Soal uji coba melawan PSBK, Freddy menyatakan, perbedaan kualitas antara kedua tim tak bisa menjadi acuan. ''Apalagi, semua tim yang berhadapan dengan Persebaya pasti mempunyai semangat berlebih. Mereka pasti ingin mengalahkan Persebaya,'' ujarnya. Usai latihan kemarin, dia juga kembali memuji Jairon, tukang gedornya asal Brazil. Dia menilai Jairon sejauh ini mengalami kemajuan cukup signifikan. (uan/ru/ko/jppn)